Kamasutra Satwa: Musim Kawin Sigung Bertepatan dengan Hari Valentine

Kamasutra Satwa: Musim Kawin Sigung Bertepatan dengan Hari Valentine – Sigung adalah anggota keluarga hewan musang, bersama dengan kaki pendek, kekar, dan kaki besar bercakar yang digunakan untuk menggali. Kebiasaan kawin mereka sedikit berbeda, dikarenakan mereka punyai ketentuan umum, yaitu musim kawin sigung cuma berkisar berasal dari bulan Februari hingga Maret setiap tahunnya. Uniknya, sigung belang menjadi kawin pada 14 Februari, di mana layaknya yang kita ketahui, tanggal berikut bertepatan bersama dengan hari valentine atau hari kasih sayang.

Kamasutra Satwa: Musim Kawin Sigung Bertepatan dengan Hari Valentine

kamasutra-satwa-musim-kawin-sigung-bertepatan-dengan-hari-valentine

chambres-hotes-video – Mengapa sigung cuma kawin pada bulan Februari hingga Maret? Musim kawin pada sigung diawali pada Februari. Meskipun mereka tidak berhibernasi layaknya hewan lain, sigung condong tidak cukup aktif selama musim dingin dan memilih tinggal di sarang mereka. Itulah mengapa sigung cuma kawin dibulan-bulan tertentu, layaknya dilansir Sciencing, Rabu (25/7/2018). Sarang sigung adalah sebuah lubang yang ditemukan pas di bawah tanah dan lebih-lebih barangkali tersembunyi di bawah bangunan, beranda, semak belukar atau tumpukan kayu, atau kadang waktu sigung akan mengambil alih alih lubang yang ditinggalkan hewan lain. Ia adalah hewan nokturnal, yang akan pergi pada malam hari untuk mencari makanan. Ketika Februari tiba, sang jantan akan menjadi mencari betina untuk dikawini. Namun, sang betina sanggup menolaknya. Ketika itu terjadi, sigung betina akan mengeluarkan aroma untuk mengusir pelamar yang ditolak. Masa Kelahiran sigung Mereka akan jalankan perjalanan hingga lima mil selama musim kawin, tapi umumnya cuma jalankan perjalanan satu atau dua mil. Pada bulan Maret dan April, bayi sigung akan lahir bergantung pada kapan induknya ingin melahirkan dan perihal bersama dengan seberapa besarnya musim dingin di daerah tersebut. Sigung betina sanggup melahirkan satu hingga lima belas bayi; bersama dengan jaman gestasi sigung adalah 60 hingga 75 hari. Uniknya, sesudah sang bayi lahir, sigung jantan tidak bertanggung jawab pada perlindungan, bantuan makan, dan pemeliharaan sigung muda. Pemeliharaan bayi sigung sepenuhnya diserahkan pada betina. Induk sigung akan membesarkan anak-anaknya di sarangnya. Meskipun sigung umumnya bukan hewan yang agresif, mereka akan jadi agresif kalau menjadi tandu mereka di dalam bahaya, dan akan menyemprotkan apa pun pada sesuatu yang mereka anggap sebagai ancaman. Sigung akan berikan tanda peringatan sebelum akan menyemprot, layaknya menginjak kaki depan mereka, menambah ekor, mendesis, dan menyerang ke depan.

Tidak tersedia perbedaan kelamin pada sigung jantan dan betina Sigung betina dan sigung jantan rupanya tidak punyai perbedaan kelamin secara fisik. Ini dikarenakan sigung tidak dimorfik secara seksual. Sebab itu, tanda ini tidak sanggup digunakan untuk memilih style kelamin sigung tertentu.

perbedaan pada sigung jantan dan betina beberapa besar terletak pada perilakunya. Sehinggam untuk memilih style kelamin sigung, seringkali bergantung pada pengamatan tingkah laku sigung. Karena sigung bukan monogami, jadi sang jantan akan menggunakan beberapa besar waktunya mencari pasangan kawin. Sedangkan sang betina, lebih puas menggunakan beberapa besar sementara mereka di lubang atau sarang – seringkali memertahankan rumah mereka berasal dari penyusup pria. Nyatanya, sigung remaja betina akan sering tinggal di sarang ibunya, sementara sigung remaja jantan diusir cuma beberapa bulan sesudah dilahirkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *