Menegenal Ungko di Hutan Harapan Jambi

Menegenal Ungko di Hutan Harapan Jambi – Menjelang pagi lengkingan nada ungko (Hylobates agilis) saling bersahutan. Suara primata di hutan dataran rendah yang tetap tersisa di Sumatra itu membangunkan pagi sebelum mengawali aktivitas penanam pohon di Hutan Harapan, akhir pekan lalu.

Menegenal Ungko di Hutan Harapan Jambi

menegenal-ungko-di-hutan-harapan-jambi

chambres-hotes-video.com – Seratusan peserta penanaman pohon bergegas bangun, mereka mengantre di kamar mandi base camp Hutan Harapan di kawasan Sungai Jerat, Kabupaten Batanghari, Jambi. Kemudian mereka senam pagi, sarapan, lalu berbondong ke lokasi penanaman.

Cuaca pagi itu amat cerah dan dilengkapi lengkingan nada ungko yang terlihat berasal dari hutan yang tidak jauh berasal dari base camp peserta.

Lengkingan nada ungko itu tak kalah bersama dengan nada riuh seratusan peserta penanaman pohon, mgslotonline agar situasi pun jadi makin lama ramai pagi itu.

“Iya itu nada ungko, sebenarnya tiap-tiap pagi jikalau cerah nada ungko itu tentu ramai. Itu suaranya jauh kan, tapi kedengarannya dekat,” kata tidak benar seorang staf di Hutan Harapan, Teguh

Lengkingan nada primata itu telah jadi suatu yang khas di Hutan Harapan. Satwa aboreal ini amat menggantungkan hidupnya terhadap hutan bersama dengan meloncat berasal dari pohon ke pohon.

Hutan Harapan telah jadi rumah bagi satwa primata itu, terhitung satwa langka lainnya. Hutan Harapan adalah kawasan Restorasi Ekosistem (RE) pertama di Indonesia. Putra Mahkota Kerajaan Inggris, Pangeran Charles pernah mengunjugi hutan ini terhadap 2008.

Hutan ini, dikelola PT Restorasi Ekosistem Indonesia (Reki) yang memiliki luas 98.555 hektare meliputi lokasi Jambi dan Sumatra Selatan, dan merupakan sisa hutan tropis dataran rendah di bagian selatan dan sedang Pulau Sumatra.

Menukil berasal dari website Hutanharapan.id, hutan ini dihuni oleh lebih berasal dari 307 jenis burung, 64 jenis mamalia, 123 jenis ikan, 55 jenis amfibi, 71 jenis reptil, dan 728 jenis pohon. Sebagian flora dan fauna tidak ditemukan di hutan lainnya di Indonesia.

Sebagian ulang satwa langka dan tercam punah menghuni Hutan Harapan, layaknya harimau sumatera, gajah sumatera, beruang madu, dan ungko.

Mengenal Ungko
Ungko (Hylobates agilis) merupakan satwa ordo primata. Keberadaan satwa ini dilindungi H agilis dikategorikan ke di dalam standing genting (endangered, EN) oleh IUCN, lebih-lebih gara-gara hilangnya habitat berasal dari perburuan untuk dijadikan hewan timangan.

Ungko yang terhitung hewan arboreal ini banyak beraktivitas di atas pohon. Ia jarang turun ke tanah. Satwa ini lebih aktif terhadap siang hari, memiliki lengkingan nada yang ramai, dan saling bersahutan.

Menurut Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), lengkingan nada ungko sanggup raih 1 killo herzt. Hal itu dijadikannya sebagai tanda keberadaan dan peringatan terhadap pasangan ungko lainnya.

Biasanya lengkingan suaranya itu langsung ditandai terhitung oleh pasangan lainnya bersama dengan sahutan nada yang sama, agar akan berlangsung keributan sahutan nada di sana.

“Apabila tersedia benturan batas teritorial, mereka (ungko) akan saling mengusir memakai nada tersebut atau bahkan saling mengejar,” tulis KLHK di dalam judul “Mari Mengenal Satwa Ungko”.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *